Selasa, 17 November 2009

Menggambarkan Karakter Binatang

Karakter Binatang


Manusia diciptakan Allah memiliki derajat tertinggi dibandingkan makhluk lainnya. Anugerah akal dan pikiran yang membuat manusia miliki nilai lebih. Tapi, masih banyak manusia yang tidak menggunakan akal pikiran sehat. Akibatnya, kelakuan manusia bisa mirip, bahkan lebih rendah dari tingkah binatang. Naudzubillahi min dzaalik.

Banyak hikmah dari kisah-kisah binatang yang dapat dipelajari dan dimaknai. Allah memberikan gambaran beberapa binatang dalam Alquran, seperti lebah, semut, burung. Lebah digambarkan binatang yang dari perutnya keluar madu berkhasiat menyembuhkan penyakit. Seekor semut mengingatkan teman-temannya segera masuk ke sarang agar tak terinjak pasukan Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman pun meminta umatnya belajar pada semut. Nabi Isa meminta umatnya belajar cerdik kepada ular dan tulus kepada merpati.

Kini karakter binatang dimunculkan sebagai simbol kelakuan manusia. Yang sudah terkenal karakter hewan keledai si dungu, monyet serakah, bunglon si seribu wajah. Untuk kalangan koruptor, hewan pengerat --tikus-- dijadikan simbol sejak lama. Perilaku tikus sering merugikan manusia. Tikus menggerogoti segala hal yang ditemukan. Tak jarang merusak tanaman padi siap panen.

Kelakuan binatang menjijikkan ini sungguh merugikan banyak orang. Tak beda dengan perilaku koruptor, menggasak uang negara dan merugikan rakyat. Maka, tak salah jika lambang koruptor adalah tikus diberi dasi.

Cari muka
Julukan orang bawel, banyak bicara, diidentikkan dengan katak. Binatang amfibi ini suaranya lantang bersahut-sahutan ketika turun hujan. Suaranya berisik. Polusi suara ini mengganggu setiap makhluk yang berada di dekatnya. Perilaku katak melambangkan orang yang suka mengoceh masalah yang sama dengan suara monoton. Orang seperti ini biasanya dianggap angin lalu, karena ocehannya dinilai tidak ada artinya.

Selain mengoceh, perilaku buruk lainnya dari katak adalah cara bergerak. Perhatikan saat melompat, kaki mendorong ke bawah, sedangkan siku-sikunya merenggang menyikut kiri-kanan. Kepalanya menyundul ke atas. Tingkah ini disematkan kepada orang-orang yang suka menginjak orang di bawahnya, menyikut kiri-kanan, lalu carmuk --cari muka-- ke atas agar mendapat posisi yang diinginkan. Mungkin ada orang-orang sekitar Anda yang memiliki sifat seperti katak?

Adakah sifat positif binatang yang bisa ditiru manusia? Tidak semua binatang berperilaku buruk. Masih banyak pola hidup binatang yang bisa menjadi contoh kehidupan ini. Lihat saja masyarakat lebah yang dikenal sangat kompak. Bahu-membahu bekerja sama sesuai dengan tugasnya.

Semut, binatang kecil yang selalu menyempatkan diri saling menyapa (bersentuhan) saat bertemu. Ada yang menyebut, semut selalu bersalaman. Sesungguhnya mereka bukan bersalaman, melainkan saling menyentuh antena sebagai cara berkomunikasi di antara mereka. Sentuhan ini sekaligus memberitahu semut lainnya, bila di suatu tempat terdapat makanan. Antena semut mampu menangkap bau walaupun jaraknya jauh. Apabila temuannya terlalu berat, mereka mengangkutnya secara bergotong-royong. Subhanallah.

Tanggung jawab
Kekaguman lain ditujukan kepada semut; hewan ini sebagai arsitek. Perhatikan sarang yang dibuatnya, membuat manusia berdecak kagum. Sarang terbuat dari tanah terdiri dari banyak ruangan dan terowongan. Masing-masing ruangan memiliki fungsi berbeda. Ada tempat menyimpan telur, kepompong, kamar ratu, gudang makanan, dan gudang khusus membuang sampah. Setiap ruangan dijaga semut pekerja. Tak salah jika keistimewaan semut diabadikan dalam Alquran.

Bagi kaum adam, idealnya menirulah apa yang dilakukan penguin. Binatang bersayap namun tak bisa terbang ini termasuk kelompok unggas. Sifat yang bisa ditiru oleh kaum pria, terutama yang sudah menjadi ayah adalah kesetiaan dan tanggung jawab.

Buktinya, ketika penguin betina bertelur, si jantan bergantian bertanggung jawab mengeraminya. Bahkan hingga telur menetas penguin jantan menungguinya. Hal ini berlangsung selama empat bulan di sepanjang musim dingin. Selama betina mencari makan, si jantan tak beranjak dari posisinya (mengerami, red). Dia pun tidak makan, pengorbanan besar demi anaknya.

Setelah telur menetas, penguin jantan pun ikut merawat memberi makan anaknya. Pembagian tugas betina dan jantan saat mengurus anak bisa ditiru manusia.

Karakter yang dimiliki siput. Mungkin banyak orang yang tak tertarik dengan siput. Hewan lunak, lamban, dan penakut, selalu berlindung di rumahnya. Justru dari kelemahan itu siput bisa menggali potensi dirinya. Dia memiliki kelebihan yang bisa ditiru manusia, yaitu kesabaran menerima kondisinya.

Ini bertolak belakang dengan sifat burung merak. Dunia ini bisa heboh andaikan banyak manusia yang mengikuti jejak burung merak. Burung indah ini senang pamer keindahan dan kecantikannya. Dia menginginkan semua fokus hanya tertuju padanya.


Cari perhatian
Bagi Anda, penyayang atau menyuka binatang, alangkah baiknya jika mengetahui karakternya. Tingkah binatang piaraan bisa 'mirip' dengan tingkah si empunyanya. Misalkan kucing, tak sekadar manja, senang disayang, binatang memiliki 'sembilan nyawa' ini berusaha menjalankan jurus-jurus andalan untuk mencari perhatian tuannya.

Kucing akan mengeong manja, menggerakkan ekornya, menggesek-gesekkan tubuhnya. Majikan akan tergugah menggendong, mengelus-elusnya. Kucing mahir menebar jurus maut mengalihkan perhatian majikan tertuju kepadanya. Bagi para penyuka kucing, apakah Anda memikiki karakter demikian?

Sumber: Republika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?...
Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!..Klik disini-1 dan disini-2"